RPL Tugas 10: Pemeliharaan Software, Jenisnya dan Manfaatnya

Sedikit berbagi ilmu buat para pembaca. Perangkat lunak (software) adalah seluruh komponen pengolahan data yang dapat membantu memecahkan masalah diluar dari perangkat hardware yang meliputi system design, program dan prosedur. Beberapa penggambaran umum tentang perangkat lunak : 1. Perintah (program komputer) yang mana bila dieksekusi akan menghasilkan fungsi sebagai mana yang kita inginkan. 2. Struktur data yang memungkinkan suatu aplikasi dapat memanipulasi informasi secara proporsional. 3. Dokumen yang menggambarkan suatu kegunaan dari pada sebuah program. Perangkat lunak tersebut dibedakan menjadi 2 tipe yaitu : 1. Produk Generik, yaitu sistem stand alone yang di produksi oleh perusahaan pengembang perangkat lunak dan di pasarkan ke pasar umum. Contohnya: Microsoft Office. 2. Produk Pesanan, yaitu produk perangkat lunak yang mana akan dikembangkan bila ada perusahaan/konsumen yang memesannya. Contohnya: Sistem Penerimaan Mahasiswa untuk sebuah kampus. Sedangkan, Pemeliharaan Perangkat lunak (software) adalah proses umum pengubahan/pengembangan perangkat lunak setelah diserahkan ke konsumen. Perubahan mungkin berupa perubahan sederhana untuk membetulkan error koding atau perubahan yang lebih ekstensif untuk membetulkan error perancangan/perbaikan signifikan untuk membetulkan error spesifikasi/akomodasi persyaratan baru. Ada 4 katagotri pemeliharaan software yaitu : 1. Corrective Maintenance, perubahan yang dilakukan guna memperbaiki kesalahan. 2. Adaptive Maintenance, perawatan berdasarkan perubahan lingkungan. 3. Perfective Maintenance, perubahan untuk meningkatkan kualitas sistem tanpa merubah fungsinya. 4. Preventive Maintenance, Meningkatkan reliability, future maintainability, future enhancement (reverse engineering dan re-engineering). Beberapa permasalahan yang sering muncul dalam pemeliharaan software : 1. Kesulitan melakukan pelacakan evolusi software pada versi sebelumnya. 2. Kesulitan pelacakan pada proses pengembangan software. 3. Sulit untuk mengerti program orang lain. 4. Tidak adanya dokumentasi yang baik. 5. Tidak adanya narasumber. 6. Kebanyakan software dirancang tanpa adanya pemikiran untuk diubah. Manfaat dari pemeliharaan software yang bersifat preventif : 1. Pemeliharaan Pencegahan Layanan yaitu Pembaruan perangkat lunak anti-virus, scan virus secara teratur, terus update antivirus perangkat lunak saat ini. Minimalkan resiko yang terkait dengan menerima file yang terinfeksi. File berharga tidak terganggu/dirusak oleh infeksi virus. 2. Backup data, perlindungan dan Pemulihan Bencana. Mengevaluasi strategi cadangan, pengujian, pemantauan dan verifikasi fungsi backup data dan mengembalikan. Meningkatkan uptime sistem dan kritis ketersediaan data dalam kasus kehilangan data. Backup merupakan bagian penting dari perlindungan data. terima kasih semoga manfaat.

Print Friendly, PDF & Email

Prototyping Model

Secara umum tujuan pengembangan sistem informasi adalah untuk memberikan kemudahan dalam penyimpanan informasi, mengurangi biaya dan menghemat waktu, meningkatkan pengendalian, mendorong pertumbuhan, meningkatkan produktifitas serta profitabilitas organisasi. Dalam beberapa tahun terakhir ini peningkatan produktifitas organisasi ini dibantu dengan berkembangnya teknologi komputer baik hardware maupun softwarenya. Tetapi tidak semua kebutuhan sistem informasi dengan komputer itu dapat memenuhi kebutuhan dan menyelesaikan masalah yang dihadapi organisasi. Keterbatasan sumber daya dan anggaran pemeliharaan memaksa para pengembang sistem informasi untuk menemukan jalan untuk mengoptimalkan kinerja sumber daya yang telah ada.

Karakteristik dari suatu sistem informasi manajemen yang lengkap tergantung dari masalah yang dihadapi, proses pengembangannya dan tenaga kerja yang akan dikembangkannya. Seiring dengan perkembangan permasalahan karena berubahnya lingkungan yang berdampak kepada perusahaan maka yang menjadi parameter proses pengembangan sistem informasi yaitu masalah yang dihadapi, sumber daya yang tersedia dan perubahan, sehingga hasil pengembangan sistem informasi manajemen baik yang diharapkan oleh perorangan maupun oleh organisasi turut berubah.

Perubahan tersebut pada akhirnya menimbulkan ketidakpastian dan menambah kompleks/rumit masalah yang dihadapi oleh para analis sistem informasi. Metode tradisional seperti SDLC dianggap tidak lagi mampu memenuhi tantangan perubahan dan kompleksnya masalah yang dihadapi tersebut. Sekitar awal tahun delapan puluhan, para profesional dibidang sistem informasi memperkenalkan satu metode pengembangan sistem informasi baru, yang dikenal dengan nama metode prototyping.

Metode prototyping sebagai suatu paradigma baru dalam pengembangan sistem informasi manajemen, tidak hanya sekedar suatu efolusi dari metode pengembangan sistem informasi yang sudah ada, tetapi sekaligus merupakan refolusi dalam pengembangan sistem informasi manajemen. Metode ini dikjatakan refolusi karena merubah proses pengembangan sistem informasi yang lama (SDLC).

Menurut literatur, yang dimaksud dengan prototipe (prototype) adalah ”model pertama”, yang sering digunakan oleh perusahaan industri yang memproduksi barang secara masa. Tetapi dalam kaitannya dengan sistem informasi definisi kedua dari Webster yang menyebutkan bahwa ”prototype is an individual that exhibits the essential peatures of later type”, yang bila diaplikasikan dalam pengembangan sistem informasi manajemen dapat berarti bahwa Prototipe tersebut adalah sistem informasi yang menggambarkan hal-hal penting dari sistem informasi yang akan datang. Prototipe sistem informasi bukanlah merupakan sesuatu yang lengkap, tetapi sesuatu yang harus dimodifikasi kembali, dikembangkan, ditambahkan atau digabungkan dengan sistem informasi yang lain bila perlu.

Dalam beberapa hal pengembangan software berbeda dengan produk-produk manufaktur, setiap tahap atau fase pengembangan sistem informasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh proses yang harus dilakukan. Proses ini umumnya hanya untuk satu produk dan karakteristik dari produk tersebut tidak dapat ditentukan secara pasti seperti produk manufaktur, sehingga penggunaan ”model pertama” bagi pengembangan software tidaklah tepat. Istilah prototyping dalam hubungannya dengan pengembangan software sistem informasi manajemen lebih merupakan suatu proses bukan prototipe sebagai suatu produk.

Karakteristik metode prototyping

Ada empat langkah yang menjadi karakteristik metode prototyping yaitu :

1.    Pemilahan Fungsi

Mengacu pada pemilahan fungsi yang harus ditampilkan oelh prototyping. Pemilahan harus selalu dilakukan berdasarkan pada tugas-tugas yang relevan yang sesuai dengan contoh kasus yang akan dipergakan

2.    Penyusunan Sistem Informasi

Bertujuan untuk memenuhi permintaan akan tersedianya prototype

3.    Evaluasi

4.    Penggunaan Selanjutnya

Jenis-jenis prototyping meliputi

  • Feasibility prototyping – digunakan untuk menguji kelayakan dari teknologi yang akan digunakan untuk system informasi yang akan disusun.
  • Requirement prototyping – digunakan untuk mengetahui kebutuhan aktivitas bisnis user.
  • Desain Prototyping – digunakan untuk mendorong perancangan system informasi yang akan digunakan.
  • Implementation prototyping – merupakan lanjytan dari rancangan protipe, prototype ini langsung disusun sebagai suatu system informasi yang akan digunakan.

Keunggulan dan Kelemahan metode prototyping
Keunggulan

  • End user dapat berpartisipasi aktif
  • Penentuan kebutuhan lebih mudah diwujudkan
  • mempersingkat waktu pengembangan SI

Kelemahan

  • proses analisis dan perancangan terlalu singkat
  • Mengesampingkan alternatif pemecahan masalah
  • Bisanya kurang fleksible dalam mengahdapi perubahan
  • protitype yang dihasilkan tidak selamanya mudah dirubah
  • prototype terlalu cepat selesai.

 

Sumber : http://zacha.blog.ugm.ac.id/2011/03/09/prototyping-model/

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Tugas Pengantar Multimedia

  1. Berapakah ukuran file yang akan dihasilkan jika anda merekam audio dengan menggunakan resolusi 16-bit stereo, dengan sampling rate 22,05 kHz, selama 5 menit?
  2. Apa yang dimaksud MIDI? Apa keuntungan penyimpanan data audio menggunakan  MIDI?
  3. Apa perbedaan antara tipe bitmap image dengan vector image? Sertakan contoh gambarnya
  4. Secara garis besar image dibagi menjadi 4: monochrome, gray-scale, 8-bit dan 24-bit image, jelaskan dan beri contoh!
  5. Apa perbedaan color-depth dan resolusi pada image?
  6. Misal: image dibuat dengan color-depth 24-bit resolusi 800 x 600, Hitung: ukuran file yang dihasilkan image tersebut!
  7. Apakah anti-aliasing pada image?
  8. Jelaskan model warna pada printer!
  9. Jelaskan perbedaan warna antara RGB, HSV, dan HSL!
  10. Sebutkan fitur pada software yang biasanya menggunakan model  HSV dan HSL!

Jawaban !!!

1. Cara menghitung ukuran file audio digital :(Rate)( Duration In Second)(bit resolution/8) * 2

    = (22,05*1000)(5*60)(16/8)*2

    = (22050*300*2)*2

    = 26.460.000 byte = 25.839,844 Kb = 25,234 MB

 

2. MIDI (Musical Instrument Digital Interface)  adalah sebuah antarmuka (interface) untuk pertukaran data  diantara perangkat musik elektronik dan komputer.

   Keuntungan menyimpan data audio dalam bentuk MIDI yaitu ukuran filenya sangat kecil jika di bandingkan dengan mp3, sering digunakan dalam ponsel sebagai ringtone.

 

3. Bitmap Image adalah sebuah image yang terbentuk oleh susunan dari banyak pixel. Gambar bitmap sangat bergantung pada resolusi. Jika gambar diperbesar maka gambar akan tampak kasar/kurang jelas. Selain itu gambar bitmap akan mempunyai ukuran file yang lebih besar.

    Vektor Image gambar yang dibuat dari unsur garis dan kurva yang disebut vector. Gambar vektor tidak tergantung pada resolusi. Jika gambar diperbesar maka gambit akan tampak halus/tidak akan terpecah. Selain itu gambar Vektor mempunyai ukuran yang lebih kecil.

    Contoh Gambar :   

 

 

 

 

4. Monochrome Image merupakan sebuah citra yang hanya terdiri dari warna hitam dan putih yang diwakili oleh bit 0 dan 1.

 

 

 

 

Gray-scale Image merupakan sebuah citra yang hanya terdiri dari warna abu-abu yang memiliki tingkat keabuan (gray scale) yang berbeda-beda.

 

 

 

 

 

8-bit/24-bit Color Image merupakan sebuah citra yang setiap pixel-nya menyimpan informasi sebesar 8/24 bit.

 

 

 

 

 

 

5. Color Depth yaitu banyak bit atau pixel sebagai repesentasi warna. Contoh 24 bit merepresentasi 16.7 juta warna, 16 bit 65.536 warna dan 8 bit hanya 256 warna.

Resolusi yaitu  jumlah pixel yang terdapat pada sebuah Image.

 

6. Image dengan color-depth 24-bit resolusi 800 x 600 maka ukuran file yang dihasilkan yaitu

    = (800 x 600)(24/8)

    = (480000)(3)

    = 1.440.000 Byte = 1406,25 Kb = 1,373 Mb

 

7. Anti-aliasing adalah sebuah teknik memperhalus garis-garis miring dan melengkung pada sebuah Image yang ditampilkan di layar monitor.

 

8. Model warna pada printer yaitu Model CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, and Key). Warna CMYK ini umum dipergunakan dalam pencetakan berwarna pada printer dan sering juga di sebut warna proses / empat warna.

 

9. RGB adalah singkatan dari Red – Blue – Green adalah model warna pencahayaan (additive color mode) dipakai untuk “input devices” seperti scanner maupun “output devices” seperti display monitor, warna-warna

HSV dan HSL menyusun kembali bentuk RGB agar lebih intuitif. Model pewarnaan HSV dan HSL dapat mengatur intensitas dan tingkat kecerahan warna.

 

10. Fitur pada software yang biasanya menggunakan model  HSV dan HSL yaitu Colors Selection.

 

 

Print Friendly, PDF & Email